Maastricht-Miriam Habibie Cup adalah turnamen badminton yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Maastricht (PPI Maastricht), Belanda. Perhimpunan Pelajar Indonesia Maastricht adalah organisasi tempat berhimpunnya para mahasiswa Indonesia yang tengah melaksanakan studi di dua institusi pendidikan terkemuka di Kota Maastricht, yaitu Maastricht University dan Maastricht School of Management.
Pilihan terhadap cabang olah raga badminton ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa olah raga ini amat populer dan akrab dengan budaya masyarakat Indonesia. Melalui prestasi gemilang di cabang olah raga badminton, seperti Thomas Cup dan Uber Cup, nama Indonesia berkibar pentas olah raga internasional. Dilandasi oleh arti penting badminton bagi masyarakat Indonesia, serta keinginan untuk membangun semangat persahabatan, budaya berolah raga dan hidup sehat maka PPI Maastricht melaksanakan turnamen badminton ini sebagai turnamen rutin setiap tahun.
Pada awal pelaksanaanya di tahun 2003, turnamen badminton ini bernama Maastricht Cup. Selanjutnya, mulai tahun 2010, turnamen ini berganti nama menjadi Maastricht Miriam Habibie Cup, untuk menghormati Ibu Miriam Habibie, mendiang istri duta besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Bapak Junus Effendy Habibie. Keduanya merupakan tokoh yang amat peduli dengan kehidupan mahasiswa Indonesia di Belanda. Salah satu bentuk kepedulian beliau adalah sebuah piala bergilir yang mulai diperebutkan dalam Maastricht Cup 6th di tahun 2009. Piala bergilir ini di beri nama Miriam Habibie Cup. Oleh karena itu, mulai tahun 2010 turnamen badminton Maastricht Cup mengakomodasi nama piala bergilir ini dan menjadi Maasticht-Miriam Habibie Cup.
Pada awal penyelenggaraannya turnamen ini hanya ditujukan bagi warga negara Indonesia yang berada di Belanda dan negara-negara tetangga di kawasan Eropa. Namun pada pelaksanaan tahun 2011 ini, jangkauan turnamen ini diperluas dengan mengundang partisipasi para mahasiswa internasional yang tergabung dalam klub badminton mahasiswa Universitas Maastricht, serta atlet badminton yang tergabung dalam klub badminton di Kota Maastricht.
Turnamen badminton ini pada mulanya merupakan pertandingan antar individu. Semenjak pelaksanaannya di tahun 2009 sistem ini mengalami perubahan. Turnamen ini menjadi pertandingan beregu yang terdiri atas dua nomor ganda dan satu tunggal. Dengan demikian, kemenangan yang didapatkan merupakan kemenangan tim dan bukan individu.
Selama enam kali pelaksanaannya, Maastricht Cup, kini Maastricht-Miriam Habibie Cup, telah mampu menarik banyak peserta dari berbagai penjuru Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya seperti Belgia, Jerman, bahkan Perancis, Denmark dan Spanyol. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini amat dinantikan oleh warga Indonesia yang berada di Belanda dan negara tetangga. Dengan banyaknya peserta dari berbagai penjuru Eropa yang selalu berpartisipasi setiap tahunnya, maka di samping sebagai ajang olah raga persahabatan, turnamen ini sekaligus juga merupakan ajang strategis bagi berbagai pihak untuk berpromosi.
Turnamen ini bertujuan untuk:
Membangun komunikasi dan persahabatan antar penggemar olah raga badminton baik antara sesama warga Indonesia di Eropa; maupun antara warga Indonesia dan Belanda.
Memperkenalkan eksistensi Indonesia kepada publik Eropa melalui ajang turnamen olah raga.
Mempromosikan keindahan kota Maastricht kepada para peserta dari kota/negara lain.